Radar Singkil | – Aroma nepotisme kembali menyeruak di tubuh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Forum Mahasiswa Aceh Singkil (FORMAS) menyoroti keputusan Bupati Safriadi Oyon yang baru-baru ini mengangkat pengurus baru Majelis Pendidikan Kabupaten (MPK). Langkah tersebut dinilai sarat kepentingan pribadi dan jauh dari semangat memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan di daerah.
Ketua FORMAS, Ahmad Fadil Lauser Melayu, menyebut bahwa pengisian jabatan di lembaga pendidikan seharusnya berorientasi pada profesionalisme dan kapasitas, bukan karena faktor kekerabatan atau kedekatan politik. Ia menilai keputusan itu hanya mempertegas praktik kekuasaan yang dijalankan secara tertutup dan berbau nepotisme.
“Bupati seharusnya mengedepankan prinsip keterbukaan dan integritas, bukan membangun dinasti kekuasaan di bawah selimut kebijakan,” tegas Fadil, Selasa (11/11/2025).
FORMAS mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil untuk turun tangan dengan memanggil Bupati melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Menurut Fadil, DPRK tidak boleh bersikap pasif di tengah maraknya dugaan penyalahgunaan wewenang.
“DPRK jangan tutup mata dan telinga. Kami minta lembaga rakyat bersuara dan menegakkan fungsi pengawasan agar publik tidak semakin kehilangan kepercayaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fadil mengungkapkan bahwa praktik nepotisme di lingkaran pemerintahan daerah bukan lagi sekadar isu, melainkan telah menjadi fenomena yang nyata. Ia menyebut sejumlah contoh keterlibatan keluarga Bupati dalam jabatan strategis di pemerintahan maupun organisasi.
“Mulai dari adik ipar jadi Sekda, anak Bupati pegang jabatan di KONI dan PMI. Ini bukan lagi tudingan, tapi fakta yang sulit dibantah,” ungkapnya dengan nada kecewa.
FORMAS menilai, dominasi keluarga Bupati di berbagai posisi penting berpotensi menciptakan monopoli kekuasaan dan mematikan semangat meritokrasi di birokrasi daerah. Kondisi ini, menurut Fadil, akan berdampak buruk bagi pelayanan publik dan kemajuan sektor pendidikan.
“Kalau pola seperti ini terus dibiarkan, jangan harap ada kemajuan di Aceh Singkil. Yang muncul justru rasa muak dan ketidakadilan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Redaktur (Ismail)




























