Radar Singkil | – Di tengah suasana Aceh Singkil yang masih dirundung duka akibat banjir besar, kabar memilukan kembali datang. Seorang gadis bernama Nurul, ahli gizi yang bekerja di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulo Saroh, ditemukan meninggal dunia tanpa ada seorang pun yang mengetahui saat-saat terakhirnya.
Sebelumnya, warga sempat dibuat bingung ketika foto dan identitas Nurul beredar di media sosial dengan pertanyaan yang sama: “Ada yang kenal gadis ini?” Pasalnya, Nurul ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, sementara tidak ada saksi yang mengetahui kapan dan bagaimana ia meninggal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh radarsingkil.co melalui teman korban di grup WhatsApp, Nurul merupakan warga Desa Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah. Ia bekerja sebagai ahli gizi di dapur MBG Singkil yang berada tepat di depan SPBU Singkil, bagian dari program pemerintah untuk memastikan warga menerima makanan bergizi secara merata.
Nurul diduga meninggal akibat tersetrum arus listrik, meski hingga kini penyebab pastinya masih belum dipastikan. Kondisi dapur yang digunakan untuk aktivitas memasak dan distribusi makanan sedang diperiksa untuk mencari tahu sumber arus listrik yang menyebabkan musibah tersebut.
Korban dilaporkan meninggal tadi sore kamis (27/11) saat menjalankan tugasnya sebagai ahli gizi. Kepergiannya yang mendadak dan tanpa saksi membuat banyak pihak terkejut dan berduka, terlebih di tengah situasi darurat banjir yang sudah memaksa banyak warga mengungsi dan kehilangan harta benda.
Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dan memeriksa lokasi kejadian untuk mengetahui aktivitas apa yang sedang dilakukan Nurul sebelum tersengat listrik.
Masyarakat berharap keluarga korban segera mendapatkan kepastian dan jenazah dapat dipulasarakan dengan layak. Nurul dikenang sebagai salah satu putri Aceh Singkil yang berjasa dalam menyukseskan program MBG, bekerja dalam senyap namun memberi manfaat bagi banyak warga yang membutuhkan




























