Radar Singkil | — Satuan Pendidikan Non Formal – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, yang saat ini di nakhodai Nursakdah,S.Pd, menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket A, B, dan C, tahun ajaran 2024/2025 bagi puluhan peserta warga belajar (WB) setempat, Selasa, 29 April 2025.
Plt.Kepala SPNF-SKB Singkil, Nursakdah,S.Pd, mengatakan, untuk Ujian Pendidikan Kesetaraan yang dilaksanakan secara manual di gedung SKB setempat, diikuti sebanyak 64 orang peserta didik warga belajar yang menempuh jalur pendidikan non formal setara SMA.
Dikatakan, pelaksanaan UPK yang juga diikuti puluhan peserta didik paket A dan B itu dilaksanakan sebagai upaya untuk mengukur dan mengakui kompetensi peserta didik
Karena UPK menjadi alat bukti sah bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi nasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap individu, tanpa melihat latar belakang pendidikan formalnya serta mendapatkan pengakuan resmi atas hasil belajar mereka,” ujarnya.
Untuk itu diharapkan,.peserta didik warga belajar yang lulus ujian ini nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau langsung terjun ke dunia kerja dengan bekal keterampilan dan legalitas pendidikan yang sah.
Begitu pun, keberhasilan pelaksanaan UPK Paket A, B, dan C ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten yang berjulukan Bumi Syekh Abdurrauf As Singkily.
Dengan semakin banyak warga yang mendapatkan akses pendidikan setara, maka angka partisipasi pendidikan akan meningkat, begitu pula kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Singkil, jelasnya.
Selama pelaksanaan ujian, para peserta didampingi oleh pengawas dari Pamong Belajar serta tutor-tutor berpengalaman dari SKB Singkil.
Hal ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan sesuai standar dan memberikan pengalaman ujian yang adil serta nyaman bagi seluruh peserta.
Melalui berbagai program, termasuk UPK Paket C, lembaga ini terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan non formal sebagai alternatif yang setara dengan pendidikan formal dalam membuka kesetaraan pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil, pungkasnya.




























