Radar Singkil | Rudy Simamora, seorang warga yang tinggal di Dusun 3 Kampung Baru, Kecamatan singkil utara, Kabupaten Aceh Singkil, kini menghadapi kesulitan berat setelah rumah tempat tinggalnya bersama empat orang anak kecil hampir tenggelam akibat kondisi lingkungan yang rawan genangan dan kerusakan struktur bangunan. (Rabu, 04/03/2026)
Rudy mengaku bahwa rumahnya telah mengalami kerusakan parah selama beberapa bulan terakhir, terutama setelah musim hujan yang cukup deras mengguyur wilayah tersebut. Bagian lantai rumah sering tergenang air hingga ketinggian beberapa sentimeter, membuat aktivitas sehari-hari keluarga terganggu dan kondisi hunian menjadi tidak layak huni.

“Saya sudah didata pasca bencana banjir 26 November 2025 lalu, nama saya keluar, namun hingga saat ini belum ada tanggapan atau tindakan konkret,” ujar Rudy dengan nada kecewa.
Keempat anaknya yang berusia antara 5 tahun hingga 16 tahun juga merasa terpengaruh, karena tidak memiliki ruang yang aman untuk belajar dan beristirahat ketika hujan lebat menerpa.

Warga sekitar telah memberikan bantuan semaksimal mungkin berupa makanan dan pakaian, namun tidak mampu mengatasi permasalahan utama terkait struktur rumah.
Kontak dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Singkil saat ini belum dapat memberikan informasi jelas mengenai alasan kenapa Rudy Simamora tidak mendapatkan bantuan rumah.
(eL)



























