Radar Singkil | ~ Dalam sepekan ini Kabupaten Aceh Singkil kembali dihebohkan dengan kasus dugaan mesum alias “Tali Air”. Lagi- lagi persoalan Tali Air ini menimpa oknum anggota DPRK Aceh Singkil, setelah setahun yang lalu juga menimpa oknum DPRK di daerah ini.
Seperti diketahui, kasus ini terungkap ke publik bermula dari diberita oleh salah satu media nasional grup Jawapos, pada edisi 28 Januari 2026.
Dalam berita itu disebutkan, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil berinisial H, yang disebut merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN), diduga terlibat perbuatan mesum dengan seorang perempuan bersuami berinisial G.
H digerebek warga di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (25/1/2026) sore.
Berita itu juga mengungkap fakta samar bahwa perbuatan dugaan mesum oknum DPRK ini dilakukan dengan istri orang lain. Salah seorang saksi berinisial BM juga mengaku keberatan karena istrinya juga disebut pernah digoda oleh H.
Seorang sumber yang berada dilokasi penggerebekan menyebutkan, Ia melihat oknum DPRK berinisial H tersebut babak belur di hajar bertubi-tubi tanpa perlawanan.
”Aduh, kasian dan terhina sekali melihat oknum anggota DPRK ini di hajar habis-habisan. Betul-betul harga dirinya seakan-akan tidak ada lagi. Mau tarok dimana lagi muka ini, di hajar hingga babak belur,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya ini.
Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, sampai saat ini peristiwa yang dialami oknum DPRK ini tidak dilaporkan oleh korban. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Aceh Singkil.
Pasalnya, seorang anggota DPRK yang terhormat babak belur dibantai dan di tuduh berzina tanpa bukti, tapi tidak melaporkan peristiwa yang dialaminya, ini menjadi pertanyaan yang akan membentuk opini liar di masyarakat, atau jangan-jangan dugaan perbuatan zina yang dituduhkan kepadanya, mungkin benar adanya.
Sementara itu, oknum anggota DPRK yang berinisial H ini sudah membantah tuduhan perzinahan tersebut di berbagai media online. Terakhir H membantah lewat tayangan salah satu media visual lokal.
Dalam tayangan di media visual tersebut, H mengaku di fitnah dan di jebak. Dia juga mengaku dianiaya oleh orang yang tak dikenalnya.




























