RADARSINGKIL.CO | ~ Di tengah hiruk-pikuk tugas menjaga keamanan dan ketertiban, ada sosok yang memaknai seragam bukan sebagai jarak, tapi sebagai jembatan. Dia adalah Briptu Sukurdiara, Bhabinkamtibmas Desa Penanggalan Barat, Polsek Penanggalan, Polres Subulussalam, Polda Aceh. Bukti nyata bahwa pengabdian tidak pernah terbatas pada pangkat dan seragam yang dikenakan.
Bukan aparat yang hanya berdiri di pos jaga, Briptu Sukurdiara memilih hadir di tengah denyut nadi masyarakat dengan hati yang tulus.
Kisah itu bermula di Dusun Silak, Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan. Sebuah rumah sederhana milik Ibu Marliana Caniago tampak rapuh dan butuh perhatian. Melihat kondisi itu, hati Briptu Sukurdiara tergerak.
Tanpa banyak bicara, tanpa menunggu perintah, ia menyisihkan sebagian dari gajinya, hasil keringatnya sendiri sebagai anggota Polri, untuk membantu memperbaiki rumah warganya.
”Saya tidak melihat diri saya sebagai aparat yang jauh dari rakyat. Saya adalah bagian dari mereka. Jika ada masyarakat kesulitan, saya harus ada di sana. Sesuai dengan perintah pimpinan, Polisi Bersama Masyarakat,” ujar Briptu Sukurdiara dengan tulus.
Melihat ketulusan sang Bhabinkamtibmas, hati warga pun ikut terketuk. Satu per satu warga datang. Ada yang membawa cangkul, ada yang menyumbang semen, ada yang menyumbang tenaga. Yang tadinya hanya kepedulian satu orang, kini menjelma menjadi gerakan gotong-royong yang hangat.
Rumah yang sempat rapuh, kini perlahan kembali kokoh. Bukan hanya ditopang oleh batu dan semen, tapi juga oleh eratnya ikatan kasih sayang antar sesama.
Ini bukan cerita besar yang penuh gemerlap sorotan kamera. Ini adalah cerita sederhana namun luar biasa bermakna. Tentang seorang pelayan masyarakat yang mengingatkan kita, bahwa pelindung sejati adalah mereka yang juga peduli.
Langkah kecil Briptu Sukurdiara menjadi pengingat, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian kecil di sekitar kita.
Semoga cahaya kebaikan ini terus menerangi bumi Sada Kata, Kota Subulussalam. Menjadi bukti bahwa kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk saling menguatkan.
Jurnalis: Muji




























