RADARSINGKILCO – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Aceh Singkil meninggalkan tanda tanya besar. Tiga pucuk pimpinan daerah kompak tidak hadir dalam upacara yang digelar di Pondok Pesantren Darul Falah Az-Zamzamiyah, Lae Ijuk, Desa Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Kamis (22/10/2026).
Alih-alih dipimpin Bupati, Wakil Bupati atau Sekda, upacara ratusan santri itu justru dipimpin oleh Komandan Kodim 0109/Aceh Singkil, Letkol Kav. M. Aminuddin.
Ketidakhadiran tersebut pun menjadi sorotan tajam pemerhati daerah, Budi Harjo.
”Pertanyaannya sederhana, Bupati ke mana, Wakil Bupati ke mana, dan Sekda ke mana? Mengapa dalam momentum Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Aceh Singkil justru Dandim yang tampil memimpin kegiatan?” kata Budi Harjo dengan nada heran.
Menurut Budi, kehadiran Dandim patut diapresiasi sebagai bentuk sinergi Forkopimda. Namun, absennya tiga pejabat eksekutif utama di momentum sakral bagi kalangan santri, ulama, dan pesantren dinilai janggal dan perlu penjelasan terbuka.
”Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi acara dan spanduk, sementara pertanyaan mengenai peran pemerintah daerah tidak terjawab,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Aceh Singkil, Faisal, memberikan klarifikasi berbeda-beda untuk ketiga pimpinan.
Untuk Bupati Safriadi Oyon, Faisal menyebut sedang ada agenda nasional di Jakarta.
”Bupati sedang mengikuti Rakernas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah ke Jakarta di Kemendagri,” kata Faisal.
Sementara untuk Wakil Bupati Hamzah Sulaiman, Faisal mengaku hanya menerima konfirmasi berhalangan hadir tanpa rincian jelas.
”Beliau minta maaf tidak bisa hadir. Acara apa, kita tidak tahu acara apa,” jelasnya.
Nasib Sekda lebih kabur lagi. Faisal mengaku tidak mengetahui pasti agenda Sekda.
”Sekda mungkin sedang ada acara, jadi tidak hadir,” katanya singkat.
Faisal menjelaskan, penunjukan Dandim sebagai inspektur upacara merupakan hasil musyawarah Forkopimda setelah memastikan siapa yang hadir. Dalam kegiatan itu, unsur Forkopimda yang hadir antara lain perwakilan Kemenag, Wakapolres, Ketua DPRK, Kajari, dan MPU.
”Kami koordinasi ke Forkopimda, siapa di antara Forkopimda yang hadir. Kami bermusyawarah, ada Dandim, Kemenag, Wakapolres. Jadi kami minta Dandim untuk memimpin dan beliau bersedia,” tutur Faisal.
Dalam upacara tersebut, Letkol Kav. M. Aminuddin membacakan amanat Menteri Agama RI di hadapan ratusan santri dari berbagai pesantren se-Aceh Singkil.
Di akhir pernyataannya, Budi Harjo berharap Pemkab Aceh Singkil tidak menutup mata. Apresiasi untuk Dandim dan Forkopimda yang hadir, kata dia, tidak boleh menghilangkan hak masyarakat untuk mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam agenda keagamaan dan pembinaan generasi muda.
”Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Ini tentang keberpihakan pemerintah pada pesantren,” pungkasnya.



























