RADAR SINGKIL | – Debu sejarah di Desa Pertampakan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, mendadak tersingkap dan memicu gempa opini publik. Pasca-perhelatan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) 2025, perhatian warga justru terlempar jauh ke belakang, mempertanyakan pondasi kepemimpinan desa belasan tahun silam yang kini dianggap menyimpan misteri besar.
Sorotan tajam kini tertuju pada periode kepemimpinan 2013–2019. Pemantiknya adalah munculnya sebuah dokumen pengalaman kerja yang dianggap janggal. Dokumen ini seolah membuka Kotak Pandora yang selama ini tersimpan rapat: Apakah kemenangan Arifin pada Pilchiksung 2013 berdiri di atas integritas, ataukah hanya sekadar manipulasi kertas di atas meja panitia?
Titik krusial yang menjadi anomali adalah perihal riwayat pendidikan. Berdasarkan data yang dihimpun, ditemukan fakta mengejutkan bahwa ijazah SMP yang bersangkutan baru terbit pada tahun 2019. Hal ini memicu pertanyaan logis sekaligus menohok, Dokumen pendidikan apa yang disodorkan kepada panitia sebagai syarat pencalonan pada tahun 2013 silam?
Isu ini bukan sekadar nostalgia politik atau sentimen kekalahan pasca-Pilchiksung 2025, melainkan sebuah gugatan serius terhadap keabsahan administrasi negara.
Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa jika syarat pencalonan di tahun 2013 terbukti cacat hukum, maka dampaknya akan sangat masif dan sistemik.
”Jika sejak awal administrasinya sudah bermasalah, maka seluruh produk kebijakan, pengelolaan dana desa, hingga legitimasi kepemimpinannya selama satu periode penuh adalah sebuah kebohongan publik yang besar,” tegasnya kepada awak media.
Gelombang desakan kini mulai mengalir deras ke meja otoritas terkait. Masyarakat dan sejumlah aktivis menuntut transparansi total melalui tiga langkah krusial,
Audit Arsip 2013: Membuka kembali bundel berkas persyaratan pencalonan tahun 2013 untuk diverifikasi ulang secara terbuka di depan publik.
Uji Forensik Ijazah: Melakukan validasi silang keabsahan ijazah dan dokumen pendukung lainnya langsung ke instansi pendidikan serta lembaga terkait.
Klarifikasi Terbuka: Mendesak mantan panitia Pilchiksung 2013 dan pihak terkait untuk memberikan penjelasan demi menghentikan kegaduhan yang kian liar.
Kini bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Publik menanti dengan napas tertahan, Apakah ini hanya sekadar riak politik musiman, ataukah awal dari pengungkapan skandal administratif terbesar di tingkat desa yang selama ini luput dari pengawasan?
Satu yang pasti, warga Pertampakan kini tidak lagi sekadar bertanya tentang siapa pemimpin masa depan mereka, tapi juga menuntut kebenaran atas sejarah kepemimpinan masa lalu mereka yang kini dipertaruhkan.




























