RADAR SINGKIL, SUBULUSSALAM | – Nasib malang menimpa Tria Candra (22), seorang pemuda asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Alih-alih menikmati suasana malam di Kota Subulussalam, ia justru menjadi korban penganiayaan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat sedang bersantai di kawasan Lapangan Beringin, Pujasera, Kecamatan Simpang Kiri, pada Minggu (15/2/2026).
Peristiwa bermula saat Tria bersama seorang rekannya sedang duduk bercengkrama di area Lapangan Beringin. Tanpa ada perselisihan sebelumnya, tiba-tiba seorang pria yang mengendarai sepeda motor menghampiri mereka dan langsung menyerang rekan Tria dari arah belakang secara membabi buta.
Melihat temannya dipukul, Tria mencoba mengambil tindakan spontan untuk melerai keributan tersebut. Namun, niat baiknya justru berbuah petaka. Pelaku yang tampaknya tersulut emosi justru mengalihkan sasarannya kepada Tria.
”Saya langsung melerai karena yang dipukul itu teman saya. Tapi orang itu malah menyerang saya. Saya dicekik, kepala dipijak, dan hidung saya dipukul sampai gigi saya copot,” ungkap Tria saat memberikan keterangan.
Akibat aksi kekerasan tersebut, Tria mengalami luka-luka yang cukup serius, termasuk kehilangan gigi akibat hantaman benda tumpul.
Tak tinggal diam atas tindakan brutal tersebut, tak lama setelah kejadian, Tria bersama rekannya langsung menyambangi Polres Kota Subulussalam untuk melaporkan insiden tersebut.
Korban juga telah menjalani pemeriksaan medis (visum) sebagai bukti pendukung atas penganiayaan yang dialaminya guna keperluan penyidikan lebih lanjut.
Kini, Tria hanya bisa berharap keadilan dapat segera ditegakkan. Ia meminta pihak kepolisian bertindak cepat untuk meringkus pelaku yang telah meresahkan warga di ruang publik tersebut.
”Harapan saya agar proses hukum ditegakkan dan pelaku segera ditangkap oleh pihak Kepolisian Kota Subulussalam. Tindakan kekerasan seperti ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Pihak kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas motif di balik penyerangan mendadak ini guna menjamin keamanan di kawasan keramaian Kota Subulussalam.
Pewarta : Mughji




























