Radar Singkil | – Ratusan warga dari Kecamatan Singkohor dan Kecamatan Kota Baharu menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Kampung Baru, Singkil Utara, Selasa (22/5/2025). Mereka datang dengan satu tuntutan utama: mendesak realisasi program plasma antara perusahaan kelapa sawit PT Nafasindo dengan masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.
Rombongan massa tiba menggunakan kendaraan bak terbuka. Dengan membawa spanduk berisi tuntutan, pengeras suara, serta bendera berbagai kelompok masyarakat, mereka langsung memadati teras gedung DPRK yang saat itu dijaga ketat oleh personel Polres Aceh Singkil.
Tanpa menunggu aba-aba, massa segera menyampaikan orasi keras, memanggil dan menantang anggota DPRK untuk keluar menemui mereka. Seruan demi seruan menggema di halaman kantor dewan, menandakan kekecewaan masyarakat yang merasa hak mereka terkait program plasma tak kunjung direalisasikan.
Beberapa menit kemudian, Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil Wartono muncul menemui massa, didampingi Ketua Komisi II Juliadi dan anggota Komisi II Warman. Kedatangan mereka disambut sorakan sekaligus harapan besar dari para demonstran. Tak lama berselang, Ketua Fraksi NasDem DPRK Aceh Singkil, Desra, turut hadir bergabung.
Di hadapan para pimpinan dan anggota dewan itu, massa kembali menyampaikan orasi dan menegaskan tuntutan mereka. Mereka meminta DPRK bertindak tegas dan memastikan PT Nafasindo memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat.
Setiap tuntutan massa dijawab secara bergantian oleh Wartono, Juliadi, Warman, serta Desra. Mereka memastikan bahwa aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti dan dibawa dalam pembahasan resmi antara DPRK, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan.
Aksi kemudian berlanjut dengan pertemuan perwakilan demonstran bersama pimpinan DPRK Aceh Singkil di ruang rapat dewan, guna membahas lebih dalam persoalan plasma yang selama ini menjadi sumber kekecewaan warga.
Aksi berlangsung tertib hingga massa perlahan membubarkan diri setelah pertemuan berlangsung. Namun, warga menegaskan akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak mendapatkan progres yang jelas.




























