Radar Singkil | ~Tanggal 28 Juni 2025 Kunjungan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, ke Kabupaten Aceh Singkil yang semula disambut dengan antusiasme tinggi, kini justru menuai kekecewaan dan kritik dari berbagai kalangan. Selain adanya insiden pencegahan paksa terhadap spanduk aspirasi warga, ketatnya protokoler juga dinilai menghalangi komunikasi langsung antara rakyat dan pemimpinnya.
Sejak pagi, ratusan warga telah memadati kawasan Bandara Hamzah Fansuri dengan harapan bisa menyapa langsung gubernur yang mereka anggap sebagai harapan baru. Namun begitu rombongan tiba, warga dikecewakan karena tidak diberikan kesempatan sedikit pun untuk mendekat, apalagi menyampaikan keluhan secara langsung.
Puncak kekecewaan terjadi ketika sejumlah ibu-ibu mencoba membentangkan spanduk berisi aspirasi terkait sengketa lahan mereka dengan sebuah perusahaan, namun dicegah secara paksa oleh beberapa pria berpostur tegap yang diduga aparat berpakaian sipil. Spanduk berbahan plastik sintetis tersebut ditutup dan dirampas tanpa alasan yang jelas. Aksi itu terekam dalam video amatir dan kini telah tersebar luas di kalangan wartawan.
“Kami hanya ingin gubernur tahu soal masalah tanah kami. Tidak ada niat bikin rusuh. Tapi bahkan menunjukkan tulisan pun tidak dibolehkan,” ujar salah satu warga yang ikut membawa spanduk.
Insiden tersebut segera memantik reaksi publik. Salah satu tokoh agama dan masyarakat Aceh Singkil, Tgk. Hambalisyah, turut melontarkan kritik melalui akun Facebook pribadinya. Ia menyesalkan ketatnya pengamanan protokoler yang justru menutup ruang dialog antara gubernur dan masyarakat yang telah menunggunya sejak pagi.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam kunjungan ke daerah seperti ini, pemimpin semestinya lebih membuka diri untuk mendengar langsung suara warga, bukan justru menjaga jarak dengan alasan keamanan yang berlebihan.
Kritik tersebut mendapat respons luas dari masyarakat dunia maya, sebagian besar menyuarakan kekecewaan yang sama. Banyak yang merasa, kunjungan gubernur seharusnya menjadi momentum untuk menyerap aspirasi, bukan justru menutupinya.
“Kenapa harus seketat itu? Sampai warga pun tidak diberi ruang untuk sekadar menyapa. Bukankah pemimpin itu mestinya hadir untuk rakyat dan dekat dengan rakyat?” ujar seorang warga
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Aceh maupun aparat keamanan mengenai insiden tersebut. Masyarakat berharap, meski tanpa pertemuan langsung, Gubernur Muzakir Manaf tetap bisa mengetahui dan merespons keluhan warga Singkil, khususnya terkait konflik agraria yang hingga kini belum terselesaikan.




























