RADARSINGKIL.CO ~ Jalur Neraka di Ujung Aceh. Begitulah warga menyebut ruas jalan penghubung lintas provinsi Subulussalam – Aceh Singkil, tepatnya dari SD Sikontang hingga kawasan Pesantren Desa Lipat Kajang Atas.
Hasil pantauan RADARSINGKIL.CO, Kamis (1/10/2026), pemandangan memprihatinkan tersaji di sepanjang lintasan. Aspal mengelupas habis, menyisakan kerikil tajam. Badan jalan dipenuhi lubang menganga dengan kedalaman bervariasi. Bagi pengendara yang melintas, ini bukan lagi jalan, melainkan jebakan maut yang siap menelan korban kapan saja.
Yang lebih miris, badan jalan yang sudah sempit kini makin terjepit semak dan rumput liar di kiri-kanan. Di setiap tikungan tajam, pandangan pengendara tertutup total. Saling adu tanduk dengan kendaraan dari arah berlawanan hanya soal waktu.
Warga menyebut jalan vital tersebut sudah bertahun-tahun rusak parah tanpa sentuhan perbaikan. Korban pun sudah berjatuhan, terutama pengendara roda dua yang terperosok lubang hingga terjatuh.
”Kondisinya sudah sangat parah. Kalau dihitung biaya aspal untuk menambal seluruh lubang yang ada saja sudah sangat besar, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil,” ujar seorang warga dengan nada kecewa kepada RADARSINGKIL.CO.
Ironisnya, jalur yang disebut neraka ini adalah jalur rutin para pejabat daerah. Wakil Bupati Aceh Singkil disebut hampir setiap hari melintas di atas jalan rusak tersebut.
Padahal, ruas SD Sikontang – desa Kajang Atas ini adalah satu-satunya nadi utama. Tidak ada jalur alternatif lain bagi warga Subulussalam yang hendak menuju Singkil. Semua aktivitas ekonomi, anak-anak berangkat sekolah, hingga warga yang butuh akses kesehatan darurat, semuanya bergantung pada jalur ini.
Kini, kesabaran warga sudah di ujung tanduk. Mereka tidak lagi butuh janji, tapi bukti nyata di lapangan.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan Pemerintah Provinsi Aceh segera turun tangan. Jangan hanya hadir saat musim kampanye dan butuh suara rakyat.
”Kami minta segera diperbaiki demi keselamatan bersama. Jangan tunggu jatuh korban lagi, apalagi ini satu-satunya jalur utama warga dari arah Subulussalam menuju Singkil,” harap warga.




























