RADAR SINGKIL | – Harapan warga Aceh Singkil untuk bangkit dari sisa-sisa banjir kini dibayangi kecurigaan. Dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 4 miliar yang seharusnya menjadi penyambung hidup para korban, disinyalir terjebak dalam pusaran birokrasi yang gelap dan tidak transparan.
Ketua EK LMND Aceh Singkil, Surya Padli, muncul ke permukaan dengan kritik pedas yang menusuk jantung Pemerintah Daerah. Baginya, keterbukaan informasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral yang sedang diabaikan.
Dengan nada bicara yang meninggi, Surya menegaskan bahwa publik tidak butuh janji manis, melainkan rincian angka yang nyata. Ia memperingatkan bahwa uang bencana adalah “darah” bagi para korban, bukan komoditas untuk mempertebal kantong pribadi.
”Kami tidak bicara soal tuduhan kosong. Publik punya hak mutlak untuk bertanya: Ke mana perginya tiap rupiah dari Rp4 miliar itu? Jika ada mekanisme yang tidak wajar, KPK jangan menunggu, segera periksa!” cetus Surya geram.
Langkah LMND tidak berhenti pada teriakan di jalanan. Saat ini, mereka mengaku sedang bergerilya mengumpulkan bukti-bukti otentik dari lapangan. Data ini nantinya akan dikemas menjadi “peluru” hukum yang akan ditembakkan langsung ke aparat penegak hukum.
“Bencana bukan celah mencari untung. Siapa pun yang mencederai rasa keadilan rakyat akan kami kawal hingga ke meja hukum. Negara harus hadir sebagai pelindung, bukan perampok hak korban bencana,” pungkas Surya menutup pernyataannya dengan tegas




























