Radar Singkil | – Perairan di sekitar empat pulau strategis di Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, yang merupakan bekas wilayah sengketa dengan Sumatera Utara (Sumut), dinilai sangat rawan terhadap praktik pencurian ikan (illegal fishing).
Untuk membendung aksi ilegal ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan Pemerintah Provinsi Aceh mengambil langkah sigap dengan membangun pos pengawasan dan menara navigasi.
Empat pulau yang menjadi fokus pengamanan adalah Pulau Panjang, Pulau Mangkir Besar, Pulau Mangkir Kecil, dan Pulau Lipan. Walaupun status administrasi pulau-pulau tersebut telah dikembalikan sepenuhnya ke pangkuan Aceh, kerawanan wilayah perairan ini masih menjadi perhatian utama para nelayan setempat.
Pos Pantau Siap Dibangun Tahun Depan
Bupati Aceh Singkil, Safriadi, memastikan bahwa upaya pengamanan akan segera direalisasikan.
”Tahun depan akan dibangun pos pantau,” ujar Bupati Safriadi usai menyerahkan bantuan kepada nelayan di halaman Dinas Perikanan Aceh Singkil, Gosong Telaga Barat, Kamis (9/10/2025).
Pembangunan pos pantau ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kekhawatiran yang disampaikan oleh para nelayan yang mendesak adanya pengawasan terpadu di wilayah tersebut.
Pos pantau diharapkan dapat menjadi mata dan telinga pemerintah di garis terdepan untuk mencegah masuknya kapal-kapal pencuri ikan.Mercusuar Ganda: Navigasi dan Penanda Batas Tak hanya pos pantau, Pemerintah Provinsi Aceh juga akan turut andil dalam penguatan wilayah laut. Rencananya, akan didirikan mercusuar di lokasi tersebut.
Mercusuar ini memiliki fungsi ganda yang krusial. Selain untuk membantu navigasi dan keselamatan pelayaran bagi nelayan lokal, menara suar juga akan berfungsi sebagai penanda batas wilayah yang jelas antara perairan Aceh dan Sumut.
Langkah masif ini tidak hanya bertujuan mengamankan kekayaan laut dari eksploitasi ilegal, tetapi juga secara simbolis menegaskan bahwa Aceh memberikan perhatian penuh dan serius terhadap integritas serta pembangunan wilayah kepulauannya.
Pengamanan ini diharapkan membawa ketenangan bagi nelayan dan menjamin kelestarian sumber daya perikanan di keempat pulau tersebut.




























