RADAR SINGKIL – Misteri penemuan seorang warga yang tergeletak tak sadarkan diri di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, akhirnya terungkap jelas. Pihak kepolisian secara resmi merilis kronologi lengkap terkait insiden yang sempat mengejutkan warga setempat tersebut.
Kapolres Aceh Singkil melalui Kapolsek Gunung Meriah, IPTU Mizan, S.E., memberikan penjelasan rinci saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai detik-detik sebelum korban ditemukan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini bermula pada siang hari dan berkembang dalam beberapa tahapan waktu sebagai berikut,
Pukul 11.30 WIB. Niat Bertransaksi dan Mengeluh Sakit
Korban yang diketahui bernama Sandong mendatangi Agen BSI Link di Toko Hafizah, Desa Tanah Bara (jalur lintas umum Singkil–Subulussalam) untuk melakukan penarikan tunai.
Saat hendak bertransaksi, ponsel korban tiba-tiba mati. Korban kemudian meminta izin kepada saksi, Herdawati, untuk mengisi daya (charge) ponselnya. Sambil menunggu, korban sempat mengeluh merasa pening dan meminta air minum.
Setelah meminum air mineral yang diberikan, korban izin ke halaman belakang untuk buang air kecil. Itulah momen terakhir korban terlihat hidup.
Merasa janggal karena korban tidak kunjung kembali padahal sepeda motor dan ponselnya masih tertinggal, Herdawati melapor kepada saksi lain bernama Hasan Barus.
Hasan bersama dua warga, Firman dan Fawi, berinisiatif memeriksa area belakang toko. Di sanalah mereka menemukan korban sudah tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri. Penemuan ini langsung dilaporkan kepada Kepala Desa setempat.
Mendapat laporan warga, tim gabungan yang terdiri dari Sat Reskrim, Sat Intelkam, Tim Inafis Polres Aceh Singkil, serta jajaran Polsek Gunung Meriah langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
”Setelah pengecekan di lokasi selesai sekitar pukul 16.10 WIB, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Aceh Singkil untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan visum,” ujar IPTU Mizan, S.E.
Meski tim medis telah berupaya memberikan pertolongan maksimal, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Sandong dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Sekitar pukul 17.00 WIB, jenazah korban langsung diantarkan oleh pihak kepolisian menuju rumah duka. Pihak keluarga menyambut kedatangan jenazah dengan baik dan menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas serta tidak mengajukan keberatan apa pun terkait seluruh proses penanganan yang dilakukan pihak berwajib.




























