RADARSINGKILCO — Komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan budaya lokal ditunjukkan oleh PT Socfindo (Socfin Indonesia) Kebun Lae Butar. Perusahaan perkebunan tersebut mengapresiasi tinggi gelaran Festival Sagu Singkel 2026 yang berlangsung meriah di halaman Masjid Al-Ikhlas, Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (22/7/2026).
Festival yang dibuka langsung oleh Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, ini mengusung tema bernas, Dari Tradisi Kuliner Lokal Singkel Menuju Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dan Penguatan Ketahanan Pangan.
Hadir mewakili manajemen PT Socfindo Kebun Lae Butar, Kepala Tata Usaha (KTU) Bukhari Pohan menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah strategis dalam menjaga warisan tradisi sekaligus memperkuat fondasi pangan daerah.
”Kami berkomitmen mendukung pelestarian komoditas sagu dari hulu ke hilir. Kami sangat mendukung langkah ini. Selain melestarikan budaya, sagu memperkuat ketahanan pangan,” ujar Bukhari di sela-sela acara.
Tak sekadar memberikan dukungan moral, PT Socfindo juga siap mengambil langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan tanaman lokal ini. Ke depan, perusahaan berencana mengembangkan dan mempraktikkan teknik penanaman batang sagu sebagai bagian dari program keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability).
Atas partisipasi dan kontribusi aktifnya dalam menyukseskan gelaran budaya ini, PT Socfindo Kebun Lae Butar dianugerahi Sertifikat Penghargaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Selain menjadi ajang edukasi dan konservasi, festival ini memanjakan para undangan dengan ragam olahan kuliner tradisional berbahan dasar sagu khas Singkil, antara lain,
Lompong Sagu hidangan klasik yang dibakar dengan aroma khas.
Gedah Sagu Kuah Durian paduan legit sagu dan gurih-manisnya kuah durian.
Cello Sagu Kuah Ikan sajian gurih kaya rempah.
Godekh Sagu santapan tradisional yang menggugah selera.
Meriahnya Festival Sagu Singkel 2026 tak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, jajaran unsur Forkopimda, dan pelaku industri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Kapolres Aceh Singkil, Dandim, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala Dinas Pangan, Plt. Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, serta berbagai tokoh masyarakat setempat.
Melalui sinergi ini, sagu diharapkan tidak hanya berhenti sebagai tradisi kuliner masa lalu, tetapi bertransformasi menjadi komoditas unggulan penopang ketahanan pangan dan warisan budaya yang diakui secara nasional.




























