Radar Singkil | — PT. Bina Pratama Persada akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang menyebutkan proyek peningkatan jalan penghubung Kuala Baru – Telaga Bakti, Kecamatan Singkil, dikerjakan asal-asalan hingga menyebabkan talud roboh.
Humas PT. Bina Pratama Persada, Buky, dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebut kabar bahwa talud roboh karena kualitas pekerjaan yang buruk tidak benar dan menyesatkan.
“Tidak benar talud itu runtuh sendiri. Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan, dan fakta sebenarnya talud tersebut diruntuhkan secara sengaja oleh oknum masyarakat yang tidak senang terhadap proyek ini,” ujar Buky kepada wartawan, Sabtu(18/10/25).
Menurutnya, proyek yang menelan anggaran Rp 17,36 miliar dari APBD itu dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar konstruksi yang telah ditetapkan oleh Dinas PUPR Kabupaten Aceh Singkil.
Buky menjelaskan, setiap tahapan pengerjaan proyek diawasi oleh tim teknis dan konsultan pengawas. Material yang digunakan, kata dia, juga sudah melalui proses uji kelayakan sebelum dipasang.
“Kami tidak mungkin bermain-main dengan pekerjaan senilai belasan miliar. Semua material, termasuk kayu pasak dan batu koral, sudah sesuai standar. Kami punya dokumen dan bukti lengkapnya,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba menciptakan opini negatif di publik dengan menyebarkan video talud yang roboh tanpa menjelaskan konteks sebenarnya.
“Video yang beredar itu terjadi setelah ada tindakan perusakan oleh oknum. Kami sudah laporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang agar ditindaklanjuti,” tambah Buky.
Lebih lanjut, pihak PT. Bina Pratama Persada meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan objektif di lapangan.
“Kami terbuka terhadap audit atau pemeriksaan dari pihak manapun. Kalau memang ada kekurangan, tentu akan kami perbaiki. Tapi jangan sampai proyek yang seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat justru dipolitisasi,” pungkasnya.
Proyek peningkatan jalan Kuala Baru – Telaga Bakti ini diketahui merupakan jalur vital penghubung antarwilayah di Aceh Singkil yang diharapkan mampu memperlancar akses ekonomi masyarakat pesisir dan pedalaman.




























