Radar Singkil | ~ Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) aceh singkil berakhir ricuh, (Selasa, 17/06/2025)
Rapat dengar pendapat (RDP) ini, dilaksanakan di aula banggar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil,

“Kita memenuhi undangan RDP dari komisi II DPRK aceh singkil guna untuk menghargai para bapak-bapak dewan dan supaya apa-apa yang di anggap bermasalah untuk cepat diselesaikan,” kata inisial HL perwakilan PT Delima Makmur
“Namun, ketika kata pembukaan dari ketua komisi II dari Juliadi B dan Warman Sekretaris Komisi II selesai, Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut langsung di lempar dan di ambil alih oleh Yakarim,” kata HL
“Sontak kami dari perwakilan PT Delima Makmur pun terkejut, karena berdasarkan undangan RDP yang di tanda tangani oleh Wartono wakil ketua DPRK aceh singkil, pembahasan RDP ini terkait ‘sengketa tanah 200 Ha antara kelompok tani sejahtera dengan PT Delima Makmur serta hal-hal lain yang di anggap perlu’,”ujarnya

“Ini yang kami sayangkan, RDP nya lain kok malah yang di bahas lain, tidak sesuai dengan konteks undangan. jadi tanpa menunggu waktu lama, kami dari perwakilan PT Delima Makmur pun langsung meminta ijin meninggalkan ruang rapat karena sudah membahas diluar dari RDP,” ujar HL
“Nah, saat kita hendak keluar dari ruangan RDP, seketika ruangan tersebut langsung ribut sehingga baju saya ditarik oleh seorang wanita sampai baju saya lepas kancingnya, begitu juga dengan rekan saya inisial ID yang di dorong-dorong. dan yang kami sayangkan Komisi II DPRK yang hadir saat itu hanya diam menyaksikan kami diperlakukan tidak sewajarnya”terang nya
“Maka dari itu, kami dari perwakilan PT Delima Makmur melaporkan perbuatan tidak menyenangkan itu ke Polres Aceh Singkil guna untuk mendapatkan keadilan, terimakasih.” Jelas HL
Saat dikonfirmasi ke ketua Komisi II DPRK aceh singkil, Juliadi B mengatakan, “Kita tidak diam ketika terjadinya tarik menarik dan dorong mendorong itu, begitu kejadian kita langsung menyuruh keamanan untuk melerainya.” Ungkap Juliadi B
Pewarta: (Ismail)




























