RADAR SINGKIL, BANDA ACEH – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., secara resmi hadir dan mengikuti Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII Tahun 2026 sebagai peserta.
Pelatihan kasta tertinggi bagi birokrat tanah air ini diselenggarakan dalam rangka pengembangan kompetensi kepemimpinan bagi pejabat pimpinan tinggi nasional, guna menjawab tantangan zaman dan kedinamisan birokrasi modern.
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya,
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN)
Perwakilan Komisi III DPR RI
Jaksa Agung Muda Pembinaan (JAM-BIN) yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
Komitmen Transformasi Birokrasi Kejaksaan
Keikutsertaan Kajati Aceh, Yudi Triadi, dalam PKN Tingkat I ini bukan sekadar pemenuhan formalitas akademis. Langkah ini mencerminkan komitmen kuat dari Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya korps Adhyaksa di Serambi Mekah, untuk terus mendorong penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Melalui pendidikan ini, diharapkan lahir transformasi birokrasi yang berorientasi penuh pada peningkatan mutu pelayanan publik dan penegakan hukum.
”Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan aparatur negara. Tantangan birokrasi ke depan menuntut tata kelola pemerintahan yang efektif, serta lahirnya sosok pemimpin yang adaptif, visioner, dan berintegritas,” ujar salah satu poin penting dalam pembukaan acara tersebut.
Mencetak Pemimpin Strategis Nasional
Sebagai informasi, PKN Tingkat I merupakan jenjang pelatihan kepemimpinan tertinggi yang dirancang khusus bagi pejabat pimpinan tinggi madya dan setingkat.
Output utama dari pelatihan ini adalah membentuk pemimpin strategis nasional yang tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga mampu merumuskan serta mengimplementasikan kebijakan publik secara efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Melalui penggemblengan di PKN Tingkat I Angkatan LXVII ini, para peserta termasuk Kajati Aceh diharapkan dapat,Memperkuat wawasan kebangsaan di tengah geopolitik yang dinamis.
Meningkatkan kemampuan kepemimpinan strategis (strategic leadership).
Dengan keikutsertaan ini, Kejaksaan Tinggi Aceh menegaskan kesiapannya untuk terus mengawal penegakan hukum di Indonesia yang tidak hanya profesional dan berkeadilan, tetapi juga humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.




























