RADAR SINGKIL – Polemik penyaluran bantuan rehabilitasi rumah pasca banjir di Aceh Singkil kian memanas. Forum Masyarakat Menggugat (FORMAT) melalui juru bicaranya, Budi Harjo, kembali melontarkan kritik pedas dan menagih janji Bupati Aceh Singkil, Syafriadi Oyon, terkait komitmen pemblokiran serta peninjauan ulang data penerima manfaat yang dinilai karut-marut.
Hingga saat ini, FORMAT menilai pemerintah daerah belum menunjukkan bukti nyata atas janji yang pernah diucapkan. Masyarakat masih dibayang-bayangi ketidakpastian terkait siapa yang sebenarnya berhak menerima bantuan negara tersebut.
Budi Harjo menegaskan bahwa transparansi adalah harga mati dalam kasus ini. Langkah pemblokiran sementara data penerima sangat krusial untuk mencegah anggaran negara jatuh ke tangan yang salah.
“Bupati Syafriadi Oyon sebelumnya menyampaikan akan melakukan pemblokiran data untuk peninjauan ulang. Namun sampai hari ini, publik belum melihat secara terbuka bagaimana proses itu berjalan. Jangan sampai janji tersebut hanya menjadi pemanis kata tanpa realisasi,” tegas Budi Harjo.
Polemik ini mencuat setelah adanya laporan warga mengenai ketimpangan data. FORMAT menemukan indikasi kuat adanya warga yang terdampak parah namun justru gigit jari, sementara pihak-pihak yang diduga tidak terdampak malah masuk dalam daftar penerima.
Dugaan Kejanggalan Data:
Warga Berhak Terabaikan: Korban banjir asli yang rumahnya rusak belum terdata.
Penerima Tak Tepat Sasaran: Adanya nama-nama yang tidak terdampak masuk dalam daftar.
Minim Transparansi: Dasar penetapan penerima manfaat tidak dibuka secara gamblang kepada publik.
FORMAT mengingatkan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut keadilan sosial dan tanggung jawab moral pemerintah. Jika proses pendataan tetap tertutup, dikhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Syafriadi Oyon akan merosot tajam.
“Kami meminta Bupati segera menunjukkan bukti nyata. Pemerintah harus membuka data tersebut secara transparan: siapa penerimanya dan apa dasarnya? Ini soal keadilan bagi korban banjir yang benar-benar membutuhkan,” lanjut Budi.
FORMAT berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga pemerintah daerah merealisasikan komitmennya. “Kami akan terus menagih janji tersebut sampai ada bukti nyata di hadapan publik,” pungkas Budi Harjo menutup keterangannya.




























