Radar, Aceh | — Pemerintah Pusat kembali memperkuat respons darurat di Aceh. Melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polkam), bantuan sosial tambahan sebanyak 70 koli dengan total 4 ton segera dikirim ke wilayah terdampak bencana.
Namun, fokus utama kali ini adalah pada kebutuhan vital masyarakat: air bersih. Kemenko Polkam juga mengirimkan satu unit kendaraan water treatment (pengolah air).
Langkah strategis ini diambil menyusul rusaknya infrastruktur air di banyak kecamatan akibat banjir besar. Kehadiran unit water treatment menjadi solusi cepat dan krusial. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat segera mendapatkan akses air bersih yang layak tanpa harus menunggu proses perbaikan jaringan air yang diperkirakan memakan waktu lama.
Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa bantuan ini adalah manifestasi nyata dari komitmen pemerintah.
”Kami tidak hanya mengirimkan bantuan, tetapi memastikan setiap dukungan tiba tepat waktu dan menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat. Pengiriman unit water treatment hari ini adalah bukti bahwa pemerintah bergerak cepat untuk memastikan warga Aceh mendapatkan akses air bersih tanpa penundaan,” ujar Menko Polkam.
Pengiriman bantuan tambahan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. Pesan tegasnya: Negara hadir memulihkan. Negara untuk masyarakat.




























