Radar Singkil | – Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Muallim, dijadwalkan akan mengunjungi sebuah pulau perbatasan Aceh-Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menjadi polemik setelah masuk dalam wilayah Sumut akibat keputusan Menteria Dalam Negeri Tito Karnavian. Pulau tersebut kini telah kembali ke pangkuan Aceh, dan masyarakat pun menyambutnya dengan penuh sukacita melalui gelaran kenduri adat.
Kunjungan Muallim ini menjadi simbol penting bagi masyarakat Aceh Singkil, khususnya dalam mempertegas batas wilayah yang sempat menjadi perdebatan. Namun demikian, perhatian pemerintah Aceh dinilai belum menyentuh secara menyeluruh isu perbatasan lainnya, terutama yang berada di daratan.
Salah satu wilayah yang luput dari perhatian adalah Desa Lae Balno, yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil. Berdasarkan data dari layanan pemetaan digital seperti Google Maps, sebagian besar wilayah desa tersebut kini tampak berada dalam administrasi Provinsi Sumatera Utara. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan potensi pergeseran batas wilayah yang merugikan Aceh secara administratif dan teritorial.
Tokoh masyarakat setempat meminta Gubernur Aceh agar tidak hanya fokus pada pulau-pulau perbatasan, tetapi juga meninjau langsung kondisi perbatasan darat yang tak kalah pentingnya.
“Kami berharap Muallim dapat datang ke Lae Balno dan melihat langsung kondisi di sini. Ini menyangkut harga diri dan kejelasan wilayah Aceh,” ujar seorang warga.
Permintaan ini mencerminkan harapan kuat masyarakat agar pemerintah provinsi lebih responsif terhadap isu batas wilayah, yang tidak hanya menyangkut identitas daerah, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta hak-hak administratif warga.
Diharapkan dengan kunjungan Gubernur dan perhatian lebih lanjut dari pemerintah pusat maupun provinsi, permasalahan perbatasan ini dapat ditangani dengan serius dan tuntas.(Ns)




























