SUBULUSSALAM, Radarsingkilco, | — Beban dapur warga Kota Subulussalam Aceh, mendadak kian berat. Per Senin (24/8/2026), harga komoditas ayam potong di pasar tradisional hingga pedagang eceran melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp50.000 per kilogram.
Lonjakan harga yang dinilai tak lazim ini langsung memicu keluhan meluas, terutama di kalangan ibu rumah tangga.
Pantauan di sejumlah pasar kota menunjukkan riak keresahan warga. Ayam potong yang selama ini menjadi andalan sumber protein keluarga menengah ke bawah kini mendadak terasa sebagai barang mewah. Rasa terkejut dan pasrah mewarnai setiap transaksi di lapak-lapak pedagang.
”Biasanya harga masih terjangkau, tapi sekarang hampir menyentuh angka Rp50 ribu per kilogram. Ini cukup berat bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga,” keluh seorang warga saat mendapati harga ayam yang melonjak di pasar.
Kondisi ini memantik desakan kuat agar Pemerintah Kota Subulussalam bersama Dinas Perdagangan setempat segera turun tangan. Masyarakat menuntut aksi nyata mulai dari inspeksi mendadak ke tingkat pemasok dan pedagang, pengawasan rantai distribusi, hingga jaminan ketersediaan pasokan agar tidak memicu kelangkaan.
Warga kini menanti langkah cepat dan tegas dari otoritas terkait untuk meredam gejolak harga ini, demi memastikan pasokan pangan pokok tetap aman dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Subulussalam.
(Jurnalis: Muji)



























