RADAR SINGKIL — Dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil tengah diselimuti kebanggaan. Negeri Syekh Abdurrauf As-Singkili ini sukses mencetak sejarah baru dengan meloloskan sebanyak 15 pelajarnya ke ajang Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) tahun 2026.
Angka ini menjadi rekor kelulusan terbanyak sepanjang keikutsertaan Kabupaten Aceh Singkil dalam ajang bergengsi besutan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut.
Namun, di balik kegemilangan prestasi daerah, ada satu sekolah yang mencuri perhatian dan menjadi buah bibir, SMP Negeri 3 Simpang Kanan.
Bagaimana tidak, dari seluruh deretan SMP negeri maupun swasta yang tersebar di seantero Aceh Singkil, hanya sekolah ini yang berhasil mengirimkan wakilnya ke tingkat provinsi. Tak tanggung-tanggung, mereka langsung memborong empat kuota sekaligus untuk jenjang sekolah menengah pertama.
Keempat pendekar sains dari SMPN 3 Simpang Kanan tersebut siap bertarung di dua bidang utama. Pada cabang Matematika, tiket provinsi berhasil diamankan oleh Jhon Miktam Pasaribu dan Sulis Novita Yani. Sementara itu, untuk cabang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), prestasi serupa ditorehkan oleh Depi Kasih Boang Manalu dan Putri Cempaka BR Marbun.
Keberhasilan ini menjadi bukti sahih bahwa pola pembinaan di sekolah tersebut berjalan dengan sangat efektif, sekaligus mematahkan stigma bahwa sekolah di daerah sulit bersaing di level atas.
Kepala SMP Negeri 3 Simpang Kanan, Baktiar Hasugian, S.Ag., M.M., mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru atas capaian anak didiknya. Menurutnya, hasil manis ini adalah buah dari kerja keras tanpa lelah para siswa yang disokong penuh oleh para guru pembina.
”Guru pembinanya adalah Ibu Dinda Utari, S.Pd. untuk bidang Matematika, dan Ibu Syarifah Riska, S.Pd. untuk bidang IPS. Beliau-beliau ini yang mendampingi siswa dengan setia sejak tahap persiapan awal hingga seleksi yang ketat,” ujar Baktiar penuh apresiasi.
Baktiar menambahkan, menembus ketatnya persaingan OSN Provinsi bukanlah perkara instan yang didapat dalam semalam. Diperlukan latihan yang rutin, pendampingan yang konsisten, serta yang paling utama adalah determinasi dan semangat belajar yang tinggi dari para peserta.
Dedikasi luar biasa dari duet guru pembina ini jelas layak mendapat acungan jempol. Di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan geografis maupun fasilitas yang kerap dihadapi sekolah di daerah, mereka berhasil membuktikan bahwa komitmen yang serius mampu melahirkan prestasi yang menggoncang daerah.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Surat Nomor 1194/B/H3/PN.00/2026 tertanggal 27 Juni 2026, delegasi Aceh Singkil ke OSN-P berjumlah 15 orang. Formasi ini terdiri dari 11 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 4 siswa jenjang SMP yang seluruhnya disapu bersih oleh SMPN 3 Simpang Kanan.
Perjuangan belum usai. Informasi yang dihimpun menyebutkan, ke-15 duta terbaik Aceh Singkil ini dijadwalkan akan langsung bertolak ke ibu kota provinsi untuk mengikuti gladi persiapan pada 1–2 Juli 2026 di Banda Aceh, sebelum akhirnya berjibaku di panggung utama OSN Tingkat Provinsi.
Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Aceh Singkil kini mengalir bagi para tunas muda ini, berharap mereka mampu melangkah lebih jauh hingga ke tingkat nasional membawa harum nama daerah.




























