RADAR SINGKIL | – Suasana sore di Simpang Empat Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, tampak berbeda pada Sabtu (21/2). Di tengah hilir mudik warga yang menanti waktu berbuka pada hari ketiga Ramadhan 1447 H, jajaran manajemen PT Socfindo Kebun Lae Butar turun ke jalan. Bukan untuk urusan perkebunan, melainkan untuk menebar kebaikan melalui aksi pembagian takjil gratis.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pengurus PT Socfindo Kebun Lae Butar, Erik Obaza Barus, yang didampingi oleh tim solid manajemen, di antaranya Mohd. Novry Rahadian, Riyanto, Gomgom H Manik, Ringga P Sinulingga, dan Waskito Nur. Turut hadir pula Hidayatullah, Akbar H HRP, Riko F Marpaung, M. Buchari Pohan, serta Rahmat Hidayat yang bahu-membahu membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan.
Di sela-sela keriuhan pembagian takjil, Erik Obaza Barus menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perkebunan.
”Pembagian takjil di Simpang Empat Rimo ini adalah wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H,” ujar Erik dengan ramah
Menurut Erik, tujuan utama kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan kudapan berbuka, tetapi juga untuk memastikan masyarakat yang masih dalam perjalanan dapat menyegerakan berbuka puasa dengan mudah.
Membantu warga yang sedang berpuasa agar tidak kesulitan mencari takjil saat waktu berbuka tiba.
Keberkahan: Merasakan indahnya berbagi di bulan yang penuh kemuliaan.
Silahturahmi: Mempererat ikatan kekeluargaan antara perusahaan dan warga Aceh Singkil.
”Kami ingin menciptakan rasa kebersamaan. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mempererat tali silaturahmi dan memastikan kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” tambah Erik.
Aksi simpatik ini mendapat sambutan hangat dari para pengendara. Senyum sumringah terpancar dari wajah warga yang melintas, menambah kental nuansa religius dan kebersamaan di bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili sore itu.




























