Radar Singkil |— Jalan utama di Dusun Tanggul, Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, hingga kini masih terputus total pasca diterjang banjir besar. Akses vital yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat hancur disapu derasnya arus sungai, meninggalkan penderitaan berkepanjangan bagi warga setempat.
Pantauan di lapangan menunjukkan, badan jalan rusak parah dan tidak dapat dilalui sama sekali. Kondisi ini berdampak serius terhadap kehidupan warga. Aktivitas ekonomi lumpuh, anak-anak kesulitan berangkat ke sekolah, sementara akses menuju layanan kesehatan menjadi sangat terbatas dan berisiko.
Ironisnya, di tengah kondisi darurat tersebut, belum terlihat adanya penanganan awal maupun solusi konkret dari instansi terkait. Warga terpaksa bertahan dengan keterbatasan, tanpa kepastian kapan jalur penghubung utama mereka akan kembali bisa digunakan.
Secara geografis, Desa Kuta Simboling berada di kawasan bantaran sungai yang rawan bencana. Kondisi ini seharusnya menjadi dasar utama dalam perencanaan infrastruktur dan mitigasi sejak awal. Namun kenyataannya, saat bencana datang, masyarakat justru harus menanggung dampak terberat sendirian.
Rahman Syafi’i, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kondisi tersebut, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak cukup hanya dilaporkan secara administratif.
“Kami meminta pihak terkait turun langsung melihat kondisi jalan ini, agar tahu betul bagaimana penderitaan warga. Ini bukan cerita, ini fakta di lapangan,” tegas Rahman.
Sementara itu, Kepala Desa Kuta Simboling, Junaidi, membenarkan bahwa kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh banjir besar dan membutuhkan penanganan segera. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama dinas teknis terkait segera meninjau lokasi agar proses penanganan dapat dipercepat.
Rahman juga menambahkan bahwa berita ini diturunkan karena hingga saat ini belum ada kunjungan resmi maupun tindakan nyata dari pemerintah daerah ke lokasi jalan yang terputus tersebut.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Warga Dusun Tanggul secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, dinas teknis, serta pihak terkait lainnya untuk segera turun ke lapangan, melihat kondisi sebenarnya, dan mengambil langkah cepat, mulai dari pembangunan jalan darurat, penyediaan akses alternatif, hingga percepatan perbaikan permanen.
Masyarakat menegaskan, mereka tidak menuntut kemewahan. Yang mereka perjuangkan hanyalah hak dasar atas akses jalan yang aman, layak, dan manusiawi.




























