RADAR SINGKIL, SUBULUSSALAM – Komitmen Polres Subulussalam dalam menjaga denyut aman di tengah masyarakat kini memasuki babak baru. Guna mendongkrak efektivitas pelayanan serta memperketat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subulussalam secara resmi meluncurkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC).
Pasukan elite respons cepat ini dikomandani langsung oleh KBO Satreskrim Polres Subulussalam, IPDA Ariq Falah Permana, S.Tr.I.K. Di bawah kepemimpinannya sebagai Katim, URC diproyeksikan menjadi ujung tombak dalam patroli taktis, penanganan kilat di lapangan, hingga eksekusi langkah-langkah preventif di seluruh wilayah hukum Polres Subulussalam.
Kapolres Subulussalam, melalui Kasat Reskrim IPTU Putu Gede Ega Purwita, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa lahirnya Tim URC ini merupakan manuver strategis untuk menghadirkan postur kepolisian yang tidak hanya sigap, tetapi juga adaptif terhadap dinamika kejahatan.
“Pembentukan Tim URC ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman yang dapat langsung dirasakan masyarakat. Tim ini akan bergerak secara mobile dan responsif. Begitu ada potensi gangguan kamtibmas atau laporan warga, mereka akan langsung meluncur ke titik sasaran,” tegas IPTU Putu Gede Ega Purwita.
Dalam cetak biru tugasnya, IPDA Ariq Falah Permana beserta personel URC akan menyisir titik-titik rawan kriminalitas, pusat keramaian, objek vital, hingga sudut kota yang dinilai rawan gesekan keamanan. Namun, tim ini tidak melulu tampil garang. Di balik seragam taktisnya, pendekatan humanis tetap dikedepankan lewat dialog hangat dan edukasi kamtibmas langsung kepada warga.
Ketangguhan Tim URC langsung diuji pada debut patroli perdana mereka yang digelar pada Minggu malam (24/05/2026). Hasilnya tidak main-main. Tim URC sukses mengendus dan mengungkap aktivitas penjualan minuman keras (miras) jenis tuak di wilayah Kecamatan Sultan Daulat.
Tak hanya menyasar penyakit masyarakat, di malam yang sama tim ini juga menggelar patroli dialogis secara intensif. Mereka memberikan pembinaan humanis kepada kelompok remaja yang kedapatan masih nongkrong hingga larut malam mengantisipasi potensi aksi jalanan yang tidak diinginkan.
Perjalanan malam itu ditutup dengan koordinasi ketat bersama pihak pengelola SPBU di wilayah Kota Subulussalam guna memastikan keamanan sektor vital tetap terjaga.
Polres Subulussalam menggarisbawahi bahwa kehadiran Tim URC bukan sekadar tentang penindakan hukum di ujung laras atau borgol. Lebih dari itu, kekuatan utama tim ini terletak pada pencegahan (preventif dan preemtif) demi merajut situasi kota yang aman, tertib, dan kondusif.
Lewat bendera Tim URC ini, Polres Subulussalam menaruh harapan besar agar sinergi antara korps baju cokelat dan masyarakat dapat mengakar semakin kuat. Karena pada akhirnya, stabilitas keamanan di Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini adalah buah dari kerja sama semua pihak.
Jurnalis radar: Muji



























