SUBULUSSALAM, RADARSINGKIL.CO – Kepulan asap tak terlihat, tapi baunya menyiksa. Itulah yang kini harus dihirup warga Lae Kombih, Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, setiap hari.
Permukiman yang seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat, kini berubah menjadi ruang pengap penuh kecemasan. Aroma limbah yang sangat menyengat diduga kuat berasal dari operasional pabrik PT Global Sawit Semesta (GSS) yang beroperasi tak jauh dari rumah warga.
Bau busuk itu tidak datang sesekali. Warga menyebut, hampir setiap hari, terutama sore hingga malam hari, aroma menyengat menusuk hidung hingga masuk ke dalam rumah. Aktivitas makan, istirahat, hingga tidur anak-anak terganggu. Kekhawatiran terbesar adalah dampak kesehatan jangka panjang.
”Bau ini datang hampir setiap hari, sangat menyengat sampai sesak napas dan menyiksa kami di rumah. Kami sangat cemas dengan bahaya yang terkandung di balik aroma limbah ini yang diduga dari PT Global Sawit Semesta (GSS). Apakah kami di Lae Kombih, Desa Dasan Raja ini harus diam saja sementara kesehatan kami dan keluarga terancam setiap saat?” tegas Bapak Ihsan Manik, salah seorang warga, kepada wartawan, Sabtu (5/9).
Menurut warga, berulangnya bau limbah ini menjadi bukti adanya kelalaian serius dalam pengelolaan lingkungan oleh perusahaan. Mereka mempertanyakan sistem pengolahan limbah PT GSS yang seharusnya memenuhi standar baku mutu.
Kini warga Lae Kombih bersatu menyuarakan tuntutan. Mereka mendesak Pemerintah Kota Subulussalam, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), untuk tidak tinggal diam.
Mereka meminta tim segera turun ke lapangan, melakukan pemeriksaan terbuka dan transparan di lokasi Desa Dasan Raja, serta mengambil tindakan tegas dan cepat jika ditemukan pelanggaran lingkungan oleh PT Global Sawit Semesta (GSS).
”Kami meminta pemerintah tidak tutup mata. Jangan biarkan warga Dasan Raja menderita dan terancam penyakit akibat ulah limbah perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Segera ambil tindakan demi keselamatan kami,” tegas Ihsan Manik mewakili warga lainnya.
Warga berharap, laporan ini menjadi peringatan terakhir sebelum dampak yang lebih buruk terjadi. Mereka tidak menolak investasi, namun menuntut hak dasar untuk hidup sehat dan lingkungan yang bersih tetap dipenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Global Sawit Semesta (GSS) belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga Lae Kombih tersebut.
Reporter: Muji




























