RadarSingkil.co – Sebuah peristiwa penuh haru dan makna terjadi di RSUD Aceh Singkil pada Jumat, 26 Juni 2026. Di tengah ujian sakit yang dialami, hidayah Allah SWT datang menyapa sepasang suami istri yang kemudian memutuskan untuk memeluk agama Islam dengan penuh kesadaran dan ketulusan.
Peristiwa tersebut bermula pada Rabu malam, 23 Juni 2026, ketika Tiasa Tumanggor binti Jawab Tumanggor harus dilarikan ke RSUD Aceh Singkil akibat penyakit kulit yang dideritanya karena alergi obat. Sebelumnya, ia telah menjalani pengobatan di wilayah Tapanuli Tengah selama kurang lebih satu bulan, namun kondisinya belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
Selama menjalani perawatan di RSUD Aceh Singkil, Tiasa senantiasa didampingi oleh suaminya, Pilipus Marbun bin Maramin Marbun, yang dengan setia menemani dan memberikan dukungan moril. Kehadiran keluarga terdekat menjadi penguat tersendiri dalam menghadapi ujian kesehatan yang sedang mereka alami.
Selain sang suami, putri mereka, Mewah Marbun, juga turut mendampingi ibundanya selama masa perawatan. Menariknya, Mewah Marbun diketahui telah lebih dahulu memeluk agama Islam sekitar tiga tahun yang lalu, sehingga kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam perjalanan spiritual keluarga tersebut.
Tidak hanya keluarga inti, sejumlah kerabat, sepupu, dan saudara dari Tiasa Tumanggor yang mayoritas beragama Islam juga silih berganti datang menjenguk ke rumah sakit. Mereka memberikan dukungan, motivasi, doa, serta membawa berbagai oleh-oleh sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap keluarga yang sedang diuji.
Suasana kekeluargaan dan kebersamaan tersebut semakin menguatkan hati Tiasa dan suaminya. Doa-doa yang dipanjatkan serta perhatian dari keluarga besar menjadi sumber semangat yang tidak ternilai selama menjalani masa perawatan di rumah sakit.
Setelah tiga hari menjalani perawatan, tepat pada Jumat, 26 Juni 2026, sebuah keputusan besar pun diambil. Dengan penuh kesadaran dan ketulusan, Tiasa Tumanggor bersama suaminya, Pilipus Marbun, menyatakan keinginan mereka untuk memeluk agama Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat.
Prosesi pengucapan syahadat berlangsung di RSUD Aceh Singkil dengan suasana yang penuh haru dan khidmat. Ikrar tersebut dipandu langsung oleh Dr. H. Muhammad Saripuddin, M.A., selaku Ketua Baitul Mal Aceh Singkil, yang memberikan bimbingan keagamaan kepada keduanya.
Momentum bersejarah itu turut disaksikan oleh H. Bungaran Tumanggor, S.E., Camat Danau Paris, Ustadz Maruli Tumangger, M.Ag., selaku tokoh agama, serta para tenaga kesehatan dan perawat yang sedang bertugas di RSUD Aceh Singkil. Kehadiran para saksi menambah kekhidmatan prosesi tersebut.
Setelah resmi memeluk agama Islam, pasangan tersebut memilih nama baru sebagai identitas keislaman mereka. Pilipus Marbun bin Maramin Marbun mengganti namanya menjadi Muhammad Hijrah Marbun, sedangkan Tiasa Tumanggor binti Jawab Tumanggor memilih nama Aisyah Tumanggor.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hidayah merupakan anugerah Allah SWT yang dapat datang melalui berbagai jalan dan keadaan. Ujian, kesulitan, maupun sakit yang dialami seseorang terkadang menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan menemukan ketenangan hati yang hakiki.
Semoga Muhammad Hijrah Marbun dan Aisyah Tumanggor senantiasa diberikan keistiqamahan dalam menjalani kehidupan sebagai muslim, memperoleh bimbingan yang baik, serta merasakan keberkahan dan kebahagiaan dalam naungan iman dan Islam. Kisah ini juga menjadi pelajaran berharga bahwa di balik setiap ujian, Allah SWT senantiasa menyimpan hikmah dan rahmat yang tidak pernah terduga.




























