RADAR SINGKIL – Kabar gembira datang bagi dunia pendidikan di Aceh Singkil. Keluhan masyarakat terkait rusaknya bus sekolah yang melayani rute Kampung Teluk Rumbia dan Rantau Gedang akhirnya membuahkan hasil.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat merespons jeritan para orang tua murid.
Setelah sempat menjadi perhatian publik dan memicu gelombang masukan dari tokoh pemuda, Disdikbud Aceh Singkil langsung mengambil langkah konkret. Mulai hari ini, armada bus sekolah dipastikan kembali standby dan siap beroperasi penuh untuk mengantar-jemput para siswa.
Selama beberapa bulan terakhir, para pelajar di wilayah tersebut harus berjuang mencari alternatif transportasi akibat rusaknya armada lama. Demi menjamin keselamatan dan kelancaran akses pendidikan, Disdikbud mengambil kebijakan taktis dengan mengalihkan satu unit bus dari rute lain untuk sementara waktu.
”Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kami dalam memastikan tidak ada anak sekolah yang telantar. Akses pendidikan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama,” tulis kebijakan tersebut.
Kembalinya fasilitas ini disambut sukacita oleh masyarakat, terutama para orang tua yang selama ini didera rasa cemas karena anak-anak mereka terpaksa membawa kendaraan pribadi ke sekolah.
Apresiasi tinggi datang dari kalangan pemuda. Jasman Bako, pemuda Desa Teluk Rumbia, menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons kilat yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Aceh Singkil yang telah merespons keluhan masyarakat dengan cepat. Hari ini bus sekolah sudah kembali standby. Ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi demi keselamatan dan kenyamanan para pelajar,” ujar Jasman.
Menurut Jasman, kehadiran bus sekolah ini adalah solusi vital yang sudah lama dinantikan, mengingat jarak rumah warga yang cukup jauh dari fasilitas sekolah. Namun, ia juga menitipkan pesan agar perhatian ini tidak bersifat sementara.
Menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat pelajar di bawah umur yang membawa kendaraan pribadi.
Mengurangi beban pengeluaran orang tua untuk uang bensin harian anak.
Siswa dapat tiba di sekolah tepat waktu dengan kondisi yang lebih prima.
Masyarakat Aceh Singkil kini berharap agar perawatan armada dilakukan secara berkala agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Sinergi yang apik antara masyarakat dan pemerintah seperti ini diharapkan terus terjalin erat, sehingga setiap persoalan krusial di sektor pendidikan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.
Kini, riuh tawa para pelajar di dalam bus sekolah kembali terdengar sepanjang rute Teluk Rumbia – Rantau Gedang sebuah pemandangan yang membawa optimisme baru bagi masa depan pendidikan di Aceh Singkil.



























