RADAR Singkil | – Penyaluran Bantuan Presiden Republik Indonesia (Banpres) berupa daging untuk tradisi meugang di Aceh Singkil menyisakan kekecewaan mendalam bagi masyarakat terdampak bencana. Betapa tidak, dari puluhan Kepala Keluarga (KK) yang menolak bantuan karena kondisi daging yang tak layak konsumsi, hanya tiga sosok istimewa, yang mendapat jatah ganti rugi.
Ketimpangan ini memicu aksi solidaritas. Ismail (seorang jurnalis), Budi Harjo (Sekjen AMPAS), dan AM (mantan Camat) secara tegas menyatakan menolak perlakuan khusus tersebut demi memperjuangkan nasib warga lainnya.
Drama bermula pada Rabu malam (18/02/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kepala Desa Kampung Baru, Robi Hari Mukti, mendatangi kediaman Ismail untuk menyerahkan daging pengganti. Tidak hanya untuk Ismail, kades tersebut juga menitipkan daging untuk Budi Harjo.
”Saya diperintah Camat untuk memberikan daging pengganti ini, sekalian saya titip punya Budi Harjo,” ujar Robi saat menyerahkan bantuan di tengah malam buta tersebut.
Mendengar hanya mereka bertiga yang diprioritaskan, Ismail dan Budi Harjo berang. Bagi mereka, bantuan sosial seharusnya berlandaskan asas keadilan, bukan berdasarkan strata sosial atau jabatan.
”Kalau begini, bagusan kami tidak usah dapat sama sekali,” tegas Budi Harjo langsung di hadapan Kepala Desa malam itu.
Puncaknya, pada Kamis (19/02/2026), keduanya menyambangi kantor Camat Singkil Utara, Asnaldi, dengan membawa kembali daging tersebut. Aksi pengembalian ini dilakukan sebagai bentuk protes keras atas ketidaksetaraan yang terjadi di tengah masyarakat.
Budi Harjo menjelaskan bahwa langkah mereka bukan bentuk tidak bersyukur atas bantuan pemerintah, melainkan bentuk kekecewaan terhadap sistem pembagian yang tebang pilih.
”Tujuan kami memulangkan ini bukannya tidak mensyukuri, tapi kami sedih melihat warga lain yang juga terdampak tapi tidak mendapatkan hak yang sama. Kenapa hanya kami yang diganti, sementara puluhan warga lain diabaikan?” tutup Budi dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Singkil Utara belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait alasan mengapa hanya tiga sosok tersebut yang diberikan daging pengganti dari puluhan KK yang mengalami nasib serupa.
(Tim,red)




























