RADARSINGKIL.CO- kasus dugaan penganiayaan jurnalis di pos PKS PT SSM terus bergulir. Di tengah bantahan yang dilontarkan pihak FSPTI, korban yang juga jurnalis Barak1News.com, April Siregar memilih bersikap dingin dan tak terpancing.
Saat dikonfirmasi langsung di kediamannya di kecamatan gunung meriah Aceh Singkil Rabu (9/9) kemarin, April enggan menanggapi panjang lebar klarifikasi sepihak dari pihak FSPTI yang membantah keterlibatan anggotanya.
Dengan nada tegas namun tenang, April menegaskan dirinya tidak ingin masuk ke dalam perang opini di luar jalur hukum.
”Saya tidak akan berspekulasi dan tetap berpegang teguh pada proses hukum yang sedang berjalan,” tegas April Siregar.
Pernyataan singkat, padat dan dingin itu seolah menjadi sinyal bahwa April lebih memilih membiarkan aparat penegak hukum yang berbicara.
Seperti diketahui, April sebelumnya telah membuat laporan resmi terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya saat menjalankan tugas jurnalistik di sekitar area PKS PT SSM. Insiden tersebut diduga terjadi saat korban sedang melakukan peliputan.
Saat ini, laporan tersebut telah resmi diterima dan kasusnya sudah dalam penanganan intensif aparat penegak hukum di Aceh Singkil.
April berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional, agar kejadian serupa tidak kembali menimpa rekan-rekan jurnalis lain yang sedang menjalankan tugas di lapangan.




























