RADARSINGKIL.CO ~ Menjadi puncak acara, tausiyah disampaikan penceramah kondang Ustadz Hasby Asshidiqie, S.Q. Dengan suara merdu dan penyampaian yang sejuk namun menghujam kalbu, Ustadz Hasby berhasil membuat ratusan jamaah terpaku di Masjid Baiturrahman, Desa Lae Butar, Selasa (9/9/2026).
Ia tidak hanya bercerita tentang kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, tapi mengajak jamaah untuk menghidupkan sunnah dalam kehidupan nyata.
”Jangan hanya cinta Nabi di lisan. Buktikan dengan akhlak. Jujur dalam berniaga, lembut pada tetangga, dan kuat menjaga persaudaraan. Itulah Islam yang dibawa Rasulullah,” tegas Ustadz Hasby di hadapan ratusan jamaah yang antusias.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Lae Butar tahun ini memang terasa istimewa. Bukan sekadar agenda rutin, panitia mengusung tema besar yang sangat menyentuh, “Meneladani Akhlak dan Keteladanan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Masa Kini.”
“Barangsiapa mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan menjadi pemberi syafa’at baginya di hari kiamat.”
Khidmatnya acara semakin lengkap dengan hadirnya sederet tokoh perempuan penggerak Aceh Singkil. Turut hadir Ketua BKMT Kabupaten Aceh Singkil Hj. Umi Maimah, yang juga istri Wakil Bupati Aceh Singkil, yang menambah kehormatan dan keberkahan bagi warga Lae Butar.
Hadir pula Ketua P2T Kabupaten Aceh Singkil dr. Hj. Mardiana, Ketua Muslimah NU Kecamatan Gunung Meriah Hj. Rosnah B, SE., M.E, Ketua BKMT Kecamatan Gunung Meriah Dewi Herawati, SKM, Ketua Aisyiyah Kecamatan Gunung Meriah Hj. Nazmiati, serta ibu anggota DPRK Aceh Singkil. Kehadiran para tokoh tersebut disambut hangat oleh ibu-ibu Majelis Taklim dan tokoh masyarakat.
Suksesnya acara ini tidak lepas dari tangan dingin perempuan tangguh Lae Butar, Hj. Rahmah, Ketua Organisasi Perempuan Desa Lae Butar sekaligus Ketua Muslimah NU Kabupaten Aceh Singkil. Di bawah komandonya, bersama dukungan penuh tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan seluruh warga, acara berjalan tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan.
Sejak pagi, ratusan warga tumpah ruah memadati masjid kebanggaan warga Lae Butar itu. Hingga acara berakhir menjelang sore, wajah-wajah jamaah memancarkan kebahagiaan. Mereka pulang tidak hanya membawa berkah dan bingkisan, namun juga membawa semangat baru untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.



























