RADAR,BANDA ACEH – Peta politik di Kabupaten Aceh Singkil mulai menunjukkan dinamika baru. Partai Perjuangan Aceh (PPA) secara resmi melebarkan sayapnya ke wilayah paling selatan Aceh tersebut. Hal ini ditandai dengan penyerahan mandat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPA kepada H. Rinaldi untuk menakhodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPA Kabupaten Aceh Singkil.
Prosesi penyerahan mandat yang berlangsung di Banda Aceh pada Selasa (31/3/2026) ini menjadi tonggak sejarah baru bagi PPA. Mandat yang diterbitkan pada 30 Maret 2026 tersebut memberikan tanggung jawab besar kepada H. Rinaldi untuk menyusun kekuatan politik dari tingkat kabupaten hingga ke pelosok desa.
Usai menerima mandat, H. Rinaldi menegaskan akan langsung tancap gas. Ia diberi tenggat waktu selama 45 hari oleh DPP untuk merampungkan struktur kepengurusan secara menyeluruh, mulai dari tingkat Kabupaten (DPD), Kecamatan, hingga tingkat Gampong.
”Langkah pertama kami adalah membuka rekrutmen pengurus secara terbuka. Ini adalah panggilan bagi masyarakat Aceh Singkil yang ingin berkontribusi membangun daerah melalui jalur politik yang sehat dan bermartabat,” ujar H. Rinaldi dalam keterangannya.
PPA Aceh Singkil tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dan inklusivitas. H. Rinaldi menekankan bahwa dalam setiap tingkatan kepengurusan, wajib memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen.
”Perempuan harus terlibat aktif dalam pengambilan keputusan politik, bukan hanya sekadar pelengkap administratif. Kami ingin memastikan suara perempuan Aceh Singkil terwakili secara nyata di partai ini,” tegasnya.
Untuk membangun pondasi partai yang kokoh, PPA menerapkan standar administrasi yang ketat. Setiap calon pengurus dan anggota diwajibkan,
Mengisi biodata lengkap.
Melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Membuat surat pernyataan resmi tidak terlibat atau berafiliasi dengan partai politik lain.
Selain itu, setiap tingkatan kepengurusan (DPD hingga Gampong) wajib memiliki kantor sekretariat yang sah, dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari Keuchik setempat.
H. Rinaldi mengakui bahwa target pembentukan struktur dalam waktu singkat bukanlah perkara mudah. Namun, ia merasa optimis dengan potensi besar yang dimiliki Aceh Singkil.
”Pembangunan PPA di Aceh Singkil bukan kerja individu, melainkan kerja kolektif. Kami akan merangkul semua elemen, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga kelompok perempuan. Kami mengundang mereka yang ‘melek politik’ dan peduli pada masa depan daerah untuk bergabung,” tambahnya.
Bagi masyarakat Kabupaten Aceh Singkil yang ingin berjuang bersama Partai Perjuangan Aceh (PPA), pintu pendaftaran kini telah dibuka. Calon anggota diharapkan segera menghubungi pihak partai untuk melengkapi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Mari Bersama Membangun Aceh Singkil Melalui Perjuangan Politik yang Nyata!




























