Radar Singkil | Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri, suasana takbiran yang penuh suka cita kerap diwarnai dengan aktivitas masyarakat di jalan raya.
Namun, di tengah euforia tersebut, dua tokoh agama, Ustadz Tarmidzi Al-Khalil dan Ustadz Abdul Hanan, mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Tarmizi menegaskan bahwa takbiran merupakan momentum spiritual yang seharusnya diisi dengan dzikir dan rasa syukur, bukan dengan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Ia mengingatkan bahwa banyak kecelakaan lalu lintas terjadi saat malam takbiran akibat kelalaian, ugal-ugalan di jalan, serta penggunaan kendaraan tanpa memperhatikan aturan.
“Jangan sampai malam yang seharusnya penuh berkah justru berujung musibah. Keselamatan adalah bagian dari menjaga amanah Allah,” ujar Ustadz Tarmizi.
Senada dengan itu, Ustadz Abdul Hanan juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk merayakan takbiran dengan cara yang lebih bijak dan tertib. Ia menyoroti fenomena konvoi kendaraan yang kerap mengganggu ketertiban umum dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Bertakbir boleh, bergembira silakan, tapi jangan melupakan keselamatan. Gunakan helm, patuhi rambu lalu lintas, dan hindari kebut-kebutan. Lebaran adalah tentang kebahagiaan, bukan duka,” tegasnya.

Keduanya juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aktivitas berbahaya saat malam takbiran. Selain itu, mereka juga mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono dan Kadishub Syam’un NTS yang telah menurunkan personilnya demi meningkatkan pengawasan serta terciptanya suasana yang aman dan kondusif.
Dengan imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan malam takbiran dengan penuh khidmat, aman, dan tetap dalam koridor nilai-nilai keislaman. Sehingga, kebahagiaan menyambut Idulfitri benar-benar dirasakan tanpa adanya insiden yang merugikan
(IsmaiL)




























